Minggu, 26 April 2015

Tugas Softskill (Hipotesis)

Pengertian Hipotesis Penelitian Menurut Sugiyono (2009: 96), hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori. Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan.

Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif hipotesis tidak dirumuskan, tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji dengan pendekatan kuantitatif.

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai Hipotesis yang baik :

– Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa variabel

Hipotesis harus dapat menduga hubungan antara dua variabel atau lebih, disini harus dianalisis variabel-variabel yang dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana perubahan dalam variabel yang satu membawa perubahan pada variabel yang lain.

– Hipotesis harus Dapat Diuji

Hipotesis harus dapat di uji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan data-data empiris.

– Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu pengetahuan-

Hipotesis tidak bertentangan dengan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa masalah, dan terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan hipotesis yang sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan sebagai dasar. Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memeriksa literatur dengan tepat oleh karena itu suatu hipotesis harus dirumuskan bedasar dari laporan penelitian sebelumnya.

– Hipotesis Dinyatakan Secara Sederhana

Suatu hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara singkat dan sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk membuktikan hipotesis tersebut.

Jenis-Jenis Hipotesis

1. Hipotesis Nol (Ho) 

Hipotesis nol (H0) adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Artinya, dalam rumusan hipotesis,  yang diuji adalah ketidakbenaran variabel (X) mempengaruhi (Y). Ex: “tidak ada hubungan antara warna baju dengan kecerdasan mahasiswa”.

2. Hipotesis Kerja (H1)

Hipotesis Kerja (H1) adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y) yang diteliti. Hasil perhitungan H1 tersebut, akan digunakan sebagai dasar pencarian data penelitian.

Jenis-jenis Hipotesis :

1.    Hipotesis dilihat dari kategori rumusannya

Dibagi menjadi dua bagian yaitu (1) hipotesis nihil yang biasa disingkat dengan Ho (2) hipotesis alternatif biasanya disebut hipotesis kerja atau disingkat Ha.

Hipotesis nihil (Ho) yaitu hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungannya atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Contohnya: Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SD.

Hipotesis alternatif (Ha) adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Contohnya: Ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SD.

Hipotesis alternatif ada dua macam, yaitudirectional Hypotheses dan non directional Hypotheses (Fraenkel and Wallen, 1990:42 ; Suharsimi Arikunto, 1989:57).

Hipotesis terarah adalah hipotesis yang diajukan oleh peneliti, dimana peneliti sudah merumuskan dengan tegas yang menyatakan bahwa variabel independen memang sudah diprediksi berpengaruh terhadap variabel dependen. Misalnya: Siswa yang diajar dengan metode inkuiri lebih tinggi prestasi belajarnya, dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan metode curah pendapat.

Hipotesis tak terarah adalah hipotesis yang diajukan dan dirumuskan oleh peneliti tampak belum tegas bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Fraenkel dan Wallen (1990:42) menyatakan bahwa hipotesis tak terarah itu menggambarkan bahwa peneliti tidak menyusun prediksi secara spesifik tentang arah hasil penelitian yang akan dilakukan.

Contoh: Ada perbedaan pengaruh penggunaan metode mengajar inkuiri dan curah pendapat terhadap prestasi belajar siswa.

2.   Hipotesis dilihat dari sifat variabel yang akan diuji.

Dilihat dari sifat yang akan diuji, hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu (1) hipotesis tentang hubungan dan (2) hipotesis tentang perbedaan.

Hipotesis tentang hubungan yaitu hipotesis yang menyatakan tentang saling hubungan antara dua variabel atau lebih, mengacu ke penelitian korelasional.

Hubungan antara variabel tersebut dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: (a) hubungan yang sifatnya sejajar tidak timbal balik, (b) hubungan yang sifatnya sejajar timbal balik, (c) hubungan yang menunjuk pada sebab akibat tetapi timbal balik.

a)        Hubungan yang sifatnya sejajar tidak timbal balik, contohnya: Hubungan antara kemampuan fisika dengan kimia.

     Nilai fisika mempunyai hubungan sejajar dengan nilai kimia, tetapi tidak merupakan sebab akibat dan timbal balik. Nilai fisika yang tinggi tidak menyebabkan nilai kimia yang tinggi, dan sebaliknya. Keduanya memiliki hubungan mungkin disebabkan karena faktor lain, mungkin kebiasaan berpikir logik (tentang ke IPA-an) sehingga mengakibatkan adanya hubungan antara keduanya.

b)      Hubungan yang sifatnya sejajar timbal balik. Contohnya: Hubungan antara tingkat kekayaan dengan kelancaran berusaha. Semakin tinggi tingkat kekayaan, semakin tinggi tingkat kelancaran usahanya, dan sebaliknya.

c)      Hubungan yang menunjuk pada sebab-akibat, tetapi tidak timbal balik. Contohnya hubungan antara waktu PBM, dengan kejenuhan siswa. Semakin lama waktu PBM berlangsung, siswa semakin jenuh terhadap pelajaran yang disampaikan.

     Sedangkan hipotesis tentang perbedaan, yaitu hipotesis yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda. Hipotesis tentang perbedaan ini mendasari berbagai penelitian komparatif dan eksperimen.

Contoh (1): Ada perbedaan pretasi belajar siswa SMA antara yang diajar dengan metode ceramah + tanya jawab (CT) dan metode diskusi (penelitian eksperimen).

Contoh (2): Ada perbedaan prestasi belajar siswa SMA antara yang berada di kota dan di desa (penelitian komparatif).

3.    Jenis Hipotesis yang dilihat dari keluasan atau lingkup variabel yang diuji.

           Ditinjau dari keluasan dan lingkupnya, hipotesis dapat dibedakan menjadi hipotesis mayor dan hipotesis minor. Hipotesis mayor adalah hipotesis yang mencakup kaitan seluruh variabel dan seluruh objek penelitian, sedangkan hipotesis minor adalah hipotesis yang terdiri dari bagian-bagian atau sub-sub dari hipotesis mayor (jabaran dari hipotesis mayor).

Contoh: Hipotesis Mayor

           “Ada hubungan antara keadaan sosial ekonomi (KSE) orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP”.

Contoh: Hipotesis Minor.

1. Ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi  belajar siswa SMP.

2. Ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP.

3. Ada hubungan antara kekayaan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP.

http://www.krumpuls.org/2013/10/definisi-pengertian-hipotesis-menurut.html?m=1

http://prabugomong.com/2013/11/30/jenis-jenis-hipotesis/

Senin, 13 April 2015

TUGAS B.INDONESIA (SOFTSKILL)

METODE ILMIAH


PENGERTIAN :

Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.


Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:

  1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
  2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
  3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
  4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

KARAKTERISTIK :

 Menurut sumber ada beberapa karakteristik metode ilmiah:
Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah danmenentukan metode untuk pemecahan masalah.
Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia
Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.

LANGKAH - LANGKAH :

  • Menyusun Rumusan Masalah
  • Menyusun Kerangka Teori
  • Merumuskan Teori
  • Melakukan Eksperimen
  • Mengolah dan Menganalisis Data
  • Menarik Kesimpulan
  • Mempublikasikan Hasil

Menyusun Rumusan Masalah

Hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih.
  • Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan.
  • Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat dan jelas.

Menyusun Kerangka Teori
Mengumpulkan keterangan-keterangan dan informasi, baik secara teori maupun data-data fakta di lapangan.
Dari keterangan-keterangan dan informasi tersebut diperoleh penjelasan sementara terhadap permasalahan yang terjadi.

Penarikan Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu permasalahan. Penyusunan hipotesis dapat berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dalam penelitian, setiap orang berhak menyusun Hipotesis.

 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara menganalisis data. Data dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui percobaan atau eksperimen. Percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data berupa angka untuk memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Pengujian hipotesis juga berarti mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat bukti-bukti yang mendukung hipotesis.


Ini ada contoh simple metode ilmiah :






I Masalah

Pengaruh manusia sebagai faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.



II Rumusan Masalah

1) Apakah manusia berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan?

2) Bagaimana keadaan tumbuhan yang dirawat secara baik oleh manusia, dan keadaan tumbuhan yang tidak dirawat?



III Observasi

Mengamati tumbuhan yang selalu dipelihara, dirawat, diberi air dan diberi pupuk oleh manusia,tumbuhan tersebut tumbuh dengan subur.



IV Hipotesis

Mungkin tumbuhan akan tumbuh subur oleh manusia.



V Eksperimen

1) Tujuan:

Untuk mengetahui pengaruh manusia faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.

2) Alan dan bahan untuk melakukan eksperimen tersebut adalah:

a) 2 pot ukuran sama

b) 2 tanaman sejenis dan seukuran

c) Tanah

d) Pupuk

e) Air

f) Alat tulis

3) Cara Kerja

a) Isi pot 1 dengan tanah,tanaman,dan pupuk lalu disiram,

b) Isi pot 2 dg tanah, tanaman tanpa diberi pupuk lalu diberi air,

c) Rawat tanaman dalam pot 1 secara baik,sementara tanaman dalam pot 2 dibiarkan ataw tidak dirawat,

d) Amati tanaman dalam pot 1 dan pot 2 (daun,batang,dahan) lalu bandingkan ke 2 tanaman tersebut.



VI Kesimpulan

Setelah saya melakukan eksperimen kemudian dengan mengamati tanaman tersebut selama beberapa hari hasil yang saya dapat adalah:

1) Tanaman pada pot 1 tumbuh dengan baik dengan daun, batang dan dahan tumbuh sempurna,

2) Tanaman pada pot 2 tumbuh sebaliknya, tumbuh dengan tidak baik dengan daun, batang dan dahan tidak tumbuh dengan sempurna,bahkan terlihat layu.
Jadi, manusia sebagai faktor luar sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan, baik tidak nya tumbuhan tersebut tumbuh.
TEORI METODE ILMIAH : 

Teori Kebenaran Ilmiah :

1.      Teori koherensi : pernyataan dianggap benar jika pernyataan itu bersifata koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya : setiap manusia akan mati, maka kesimpulan pasti akan mati.

2.      Teori korespondensi : pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan yang dikandung itu berkorespondensi (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Ibu kota Indonesia adalah Jakarta, dan memang faktanya ibukota Indonesia adalah Jakarta.

3.      Teori pragmatis, ialah kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan itu bersifat fungsional dalam kehidupan praktis atau memiliki kegunaan dalam kehidupan manusia.

Sumber :
 http://titis-sulistiawati.blogspot.com/2015/04/titis-sulistiawati-tugas-bindonesia.html

Senin, 23 Maret 2015

Tugas Softskill 3 Bahasa Indonesia 2

TUGAS SOFTSKILL
Nama   : Martina Maranatha Yusnita Sandra
Kelas   : 3KA10
NPM   : 14112466


Penalaran Induktif

          Penalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam besi, alumunium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang.    Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.
·         Contoh penalaran induktif adalah :kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata:. setiap hewan punya matapenalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.
          Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum. Penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.

Jenis – jenis penalaran induktif yaitu :
1.      Generalisasi yaitu proses penalaran dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.
Contoh :
Hasil UTS mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 3EA06 telah keluar. Ternyata dari 40 mahasiswa hanya 10 orang yang mendapat nilai 90. Setengahnya mendapat nilai antara 80 – 65 dan tidak ada seorang pun yang mendapat nilai di bawah 65. Itu berarti dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kelas 3EA06 cukup pintar dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia.
Macam – macam generalisasi :
·         Generalisasi sempurna yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan penyelidikan. Contoh : sensus penduduk
·         Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Generalisasi ini dapat menghasilkan kebenaran bila melalui pengujian yang benar.
2.      Analogi yaitu cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang memilki sifat yang sama.
Contoh :
Danih adalah seorang altlet lari kebanggaan Indonesia. Setiap hari dia selalu berlatih keras untuk meningkatkan kemampuan berlarinya. Demikian juga dengan Sandy, dia merupakan seorang polisi yang memerlukan fisik yang kuat untuk menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Keduanya membutuhkan mental dan fisik yang kuat untuk bertanding atau mambantu masyarakat melawan kejahatan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan polisi harus memilki mental dan fisik yang kuat dengan cara selalu berlatih.
3.      Hubungan kausal yaitu penalaran yang diperoleh dari gejala – gejala yang saling berhubungan.
Contoh :
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan emas memuai
Macam – macam hubungan kausal :
·         Sebab - akibat
Contoh :
Sejumlah pengusaha angkutan di Bantul terpaksa gulung tikar karena pendapatan yang mereka peroleh tidak bisa menutup biaya operasional. Minimnya pendapatan karena sebagian besar penumpang membayar ongkos dibawah ketentuan tarif yang sudah ditetapkan, akibat ketidakmampuan ekonomi. (Sumber : Kompas, 10 Mei 2008).
·         Akibat -sebab
Contoh :
Andi mendapat nilai yang memuaskan pada ujian semester kenaikan kelas. Dia mendapat rangking pertama di kelasnya. Hasil yang diperoleh Andi ini dia dapatkan karena belajar yang sangat tekun setiap harinya.
·         Akibat – akibat
Contoh :

Kemarin Lusi mengalami kecelakaan akibat menabrak pembatas jalan. Akibat dari kecelakaan tersebut dia mengalami patah kaki dan harus dirawat di rumah sakit.

Minggu, 15 Maret 2015

Tugas 2 Softskill Bahasa Indonesia 2

TUGAS SOFTSKILL
Nama   : Martina Maranatha Yusnita Sandra
Kelas   : 3KA10
NPM   : 14112466

PENALARAN INDUKTIF

1. Jenis Penalaran
     Ada 2 jenis penalaran yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.
A.    Penalaran Induktif
Penalaran Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
B.     Penalaran Deduktif
 Penalaran Deduktif adalah contoh suatu paragraf yang dibentuk dari suatu masalah yang bersifat umum, lebih luas. Setelah itu ditarik kesimpulan menjadi suatu masalah yang bersifat khusus atau lebih spesifik.

2. Penalaran Deduktif
          Seperti yang telah dijelaskan di nomor satu penalaran deduktif adalah contoh suatu paragraf yang dibentuk dari suatu masalah yang bersifat umum, lebih luas. Setelah itu ditarik kesimpulan menjadi suatu masalah yang bersifat khusus atau lebih spesifik. Atau juga dapat diartikan, suatu paragraf yang kalimat utamanya berada di depan paragraf kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.
A.    Silogisme
Silogisme adalah suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan prosposisi yang ketiga.
a.       Silogisme Kategorial
kategorial dapat dibatasi sebagai suatu argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga proposisi katergorial, yang disusun sedemikian rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu. Tiap-tiap term hanya boleh muncul dalam dua pernyataan, contoh :
·         Semua Auditor adalah lulusan sarjana Akuntansi
·         Ayu adalah seorang Auditor
·         Konklusi  : Ayu adalah lulusan sarjana Akuntansi

b.      Silogisme Hipotesis
semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotese. Silogisme hipotetis bertolak dari suatu pendirian, bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi. Premis mayornya mengandung pernyataan yang bersifat hipotesis. Oleh karena sebab itu rumus proposisi mayor dari silogisme ini adalah:  jika A Ã¨ B
· Premis mayor :  Jika ketua Mahkamah Konstitusi melakukan tindakan penyuapan     maka dia akan dipenjara
· Premis minor : Ketua Mahkamah Konstitusi melakukan tindakan penyuapan
· Konklusi        : oleh sebab itu dia akan dipenjara.

c.       Silogisme Alternatif
Jenis silogisme yang ketiga adalah silogisme alternatif atau disebut juga silogisme disjungtif. Silogisme ini dinamakan demikian, karena proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi yang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan. Sebaliknya porposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Sebagai contoh berikut :
Premis mayor    : Ayu memilih jurusan Akuntansi atau Teknik Geofisika
Premis minor     : Ayu memilih jurusan Akuntansi
Konklusi           :  oleh karena itu, Ayu tidak memilih jurusan Teknik Geofisika

B.     Entimem
Silogisme sebagai suatu cara untuk menyatakan pikiran tampaknya bersifat artifisial. Dalam kehidupan sehari-hari biasanya silogisme itu muncul hanya dengan dua proposisi, salah satunya dihilangkan. Walaupun dihilangkan, proposisi itu tetap dianggap ada dalam pikiran, dan dianggap diketahui pula oleh orang lain. Bentuk semacam ini dinamakan entimem yang berarti ‘simpan dalam ingatan’ dalam bahasa yunani. Dalam tulisan-tulisan bentuk inilah yang dipergunakan, dan bukan bentuk yang formal seperti silogisme.
Contoh :
p 1 : Semua dosen fakultas Ekonomi Gunadarma adalah lulusan Sarjana Magister
p 2 : Ibu Desy adalah dosen fakultas ekonomi Gunadarma
K    : Oleh karena itu, ibu Desy adalah lulusan Sarjana Magister

http://rezaiueomanage.blogspot.com/2012/03/definisi-jenis-jenis-penalaran.html

http://achprim.blogspot.com/2012/03/pengertian-penalaran-dan-macam-macam.html

Minggu, 08 Maret 2015

Tugas 1 Softskill Bahasa Indonesia 2


Tugas Softskill 1
Pendahuluan Penalaran
Nama : Martina Maranatha Yusnita Sandra
Kelas : 3KA10
NPM : 14112466

Pengertian Penalaran
Berdasarkan e-learning gunadarma
Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran. Secara sederhana penalaran dapat diartikansebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya.
Berdasarkan Wikipedia
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Berdasarkan Kamus Besar Indonesia
Cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran. Contoh : kepercayaan takhayul serta – yang tidak logis haruslah dikikis habis
Jadi dapat disimpulkan penalaran adalahsuatu proses berpikir manusia untuk menghubungkan fakta-fakta atau data yang sistematik menuju suatu kesimpulan berupa pengetahuan. Dengan kata lain, penalaran merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis.

Faktor-faktor yang melatarbelakangi penalaran
Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi dilakulannya penalaran :
1.Terdapat pada kalimat utama
2.Penjelasannya berupa hal-hal yang umum
3.Kebenarannya jelas dan nyata

Cara Menguji Data dan Fakta
Cara menguji data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas
Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1. Konsistensi
2. Koherensi

Rabu, 03 Desember 2014

Universitas Gunadarma Depok


Informasi Depok - Universitas Gunadarma atau disingkat UG adalah salahsatu Universitas ternama di kota Depok selain UI (Universitas Indonesia). Dengan memiliki beberapa kampus terpisah di Kota Depok diantaranya kampus D yang teletak di Jl. Margonda Pondok Cina Depok dan kampus E,H,G di  Jl. Akses Kelapa Dua Depok, serta kampus lainnya diluar Depok, menjadikan Universitas ini cukup dikenal warga.
Kota Depok adalah kota dengan penduduk berstatus mahasiswa terbilang banyak, menurut harian Kontan, tercatat jumlah mahasiswa di Depok lebih dari 70.000 orang dimana sebagian besar diantaranya adalah mahasiswa dari luar Depok dan berstatus sebagai mahasiswa Gunadarma.

Dengan mengantongi ranking nasional ke-6 dan ke-741 menurut webometrics pada desember 2012, serta memiliki 6 Program Studi Diploma Tiga (D3) dan 12 Program Studi Sarjana Strata (S1), merupakan acuan bahwa Gunadarma adalah universitas terbaik di Indonesia, bahkan Gunadarma sendiri mengkalim sebagai "World Class University."


Tidak ingin kalah saing dengan universitas atau kampus-kampus disekitarnya semisal UI dan BSI, Gunadarma juga turut berpartisipasi dalam membantu bidang pendidikan lainnya di kota Depok, diantaranya, mengadakan Try Out rutin setiap tahun di SMA atau SMK di Depok dan program beasiswa bagi mahsiswa berprestasi.

Lokasi Kampus

* Kampus A di Jl. Kenari III No. 33 Jakarta Pusat
* Kampus B di Jl. Salemba Bluntas Jakarta Pusat
* Kampus C di Jl. Salemba Raya No. 53 Jakarta Pusat
* Kampus D di Jl. Margonda Raya 100 - Depok
* Kampus E di Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
* Kampus G di Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
* Kampus H di Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
* Kampus Simatupang di TB Simatupang kav. 38 Jaksel* Kampus J1 di Jl. KH. Noer Ali (ex Mall Duta Plaza), Kalimalang, Bekasi
* Kampus J2 di Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Bekasi
* Kampus J3 di Jl. Inspeksi Saluran, Kalimalang, Bekasi Timur
* Kampus K / J4 di Jl. Raya Kemang Pratama Blok. MM No. 21, Bekasi Barat
* Kampus J5 di Jl. Sisi Barat Tol Cakung, Sentera Primer Baru Timur, Cakung, Jakarta Timur
* Kampus L di Jl. Raya Kamal Outring Road no. 75, Tanggerang, Banten
* Kampus M di Jl. Danau Kelapa Dua, Karawaci, Banten


WEB dan E-mail 
http://gunadarma.ac.id
ppmb@gunadarma.ac.id

Info pendaftaran mahasiswa baru
  • Via Online melalui http://pendaftaran.gunadarma.ac.id/
  • Datang ke kampus Universitas Gunadarma Depok - Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok 16424, Telp (021) 78881112 ext 403 menuju ruang pendaftaran, (bisa tanya satpam)
  • Jam pendaftaran, Senin - Sabtu Waktu : 09.00 - 19.00 WIB bagi yang mendaftar ke kampus.

Cara Mengecilkan Paha dan Betis

Bagaimana cara tepat mengecilkan paha, betis dan lengan dari tumpukan lemak? Oke, pertama-tama saya akan mengucapkan selamat karena saya yakin Anda sudah berhasil menurunkan berat badan serta mengecilkan perut berkat tips yang saya berikan beberapa waktu lalu. Congratulation!

Namun ada sedikit masalah, yaitu lemak di bagian paha, betis dan lengan masih menumpuk. Hmmh, tidak perlu khawatir, berikut ini cara menghilangkan lemak di bagian paha, betis dan lengan agar Anda tampil semakin ramping dan seksi.

1. Rutin Berolahraga
Unuk mendapatkan bentuk paha yang ramping, Anda membutuhkan latihan kardiovaskular, fat-burning dan olahraga berintensitas tinggi untuk 'menyalakan' sistem pemangkasan lemak dalam tubuh. Jika Anda memiliki pekarangan rumah yang cukup besar, lakukanlah olahraga seperti lari, bersepeda, atau berenang. Namun jika tidak, menari dan melakukan gerakan senam dari DVD bisa menjadi pilihan. Untuk hasil maksimal, setidaknya lakukan latihan satu jam sehari, tiga kali dalam seminggu.

2. Heart Rate Monitor
Pastikan bahwa latihan kardiovaskular Anda berada pada tingkat intensitas 75 hingga 80 persen. Gunakan alat pengukur denyut jantung untuk memberikan penghitungan yang akurat. Biasanya alat pengukur tersebut banyak dijual di toko olahraga atau supermarket.

3. Hindari Junkfood
Jika menginginkan bentuk paha yang ramping dan kencang, sebaiknya hindari mengonsumsi junkfood atau makanan yang mengandung banyak lemak. Pilih makanan sehat seperti ikan yang dimasak steam dengan sayur atau aneka buah-buahan. Jangan lupa untuk mengurangikarbohidrat berwarna putih dan menggantinya dengan karbohidrat coklat, seperti nasi merah atau roti gandum.

4. Banyak Minum Air
Minum air mineral paling tidak delapan gelas perharinya. Kebiasaan ini akan membantu tubuh mengeluarkan racun dan meningkatkan proses penurunan berat badan. Minum air juga membuat fungsi tubuh bekerja lebih baik.

5. Mengonsumsi protein
Pilih makanan yang tepat yang bisa membantu tubuh menurunkan berat badan. Salah satunya adalah meningkatkan konsumsi protein serta mengurangi karbohidrat dan lemak.

6. Latihan kardio 
Alternatif lain adalah latihan kardio. Lakukan aktivitas fisik tiga sampai empat kali seminggu. Selain menyusutkan lemak di paha, sebagian besar gerakan latihan kardio juga dapat memperkuat otot-otot tubuh.

7. Mengurangi kalori
Seperti telah disebutkan sebelumnya, kurangi kalori setiap hari. Jika merasa lapar, ngemil saja camilan sehat, seperti buah-buahan segar.

8. Angkat berat
Jika benar-benar berniat mengecilkan lemak di paha, jangan malas untuk pergi ke pusat kebugaran dan melakukan latihan angkat berat untuk membuat paha lebih ramping.

9. Squat
Squat adalah salah satu olahraga terbaik untuk mengecilkan lemak di betis. Caranya, coba berdiri tegak dengan posisi kedua kaki terbuka lebar. Setelah itu, tangan diletakkan di pinggang dan lutut ditekuk. Tahan selama beberapa detik, lakukan berulang-ulang setiap hari.

10. Lunges
Latihan fisik berikutnya yang ampuh menghilangkan lemak di betis adalah lunges. Awali dengan posisi berdiri dan kedua kaki terbuka lebar, salah satu kaki maju ke depan dan lutut ditekuk sampai lutut kaki belakang menyentuh lantai. Ulangi sebanyak 15-18 kali setiap melakukan gerakan tersebut.

11. Jalan kaki
Murah, mudah, dan tak butuh waktu banyak, itulah olahraga jalan kaki. Selain menyehatkan, jalan kaki juga bisa mengecilkan lemak di betis. Coba pilih waktu di pagi hari untuk jalan kaki. Udara pagi yang menyegarkan akan membuat aktivitas jalan kaki semakin menyenangkan.

12. Joging
Joging adalah pilihan lain yang bisa dilakukan untuk mengecilkan lemak di betis. Bahkan olahraga ini juga ampuh menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

13. Squat di lantai
Ingin berolahraga sambil berbaring? Inilah jawabannya. Squat di lantai bisa dilakukan dengan cara memiringkan tubuh di lantai sambil salah satu kaki di angkat ke atas. Lakukan bergantian selama beberapa detik. Bukan cuma lemak di betis yang bisa mengecil, otot paha juga akan semakin terbentuk dengan squat di lantai.

Nah, silahkan coba cara mengecilkan paha dan betis diatas secara teratur dan sungguh-sungguh. Semoga tidak memerlukan waktu lama untuk melakukannya.