Senin, 01 April 2013

Tugas Softskill1 tema : Manusia dan Kebudayaan


Nama                 : Martina Maranatha Yusnita Sandra
NPM                  : 14112466
Kelas                  : 1KA20
Mata Kuliah       : Ilmu Sosial Dasar (softskill)



Budaya yang Memudar

A.      Budaya Indonesia
     Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
     Kebudayaan Indonesia banyak sekali ragamnya, ini dikarenakan suku-suku di Indonesia yang beragam juga. Setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda, ini yang membuat Indonesia sangat indah. Kebudayaan Indonesia yang banyak ragamnya ini sangat menarik untuk dibahas dan dipelajari atau diketahui lebih dalam.
     Oleh karena begitu menariknya judul yang saya bahas ini mengenai kebudayaan Indonesia yang memudar, semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, serta saya minta maaf apabila makalah ini belum sempurna dan jauh dari yang diharapkan, oleh karenya saya meminta kritik dan saran yang sifatnya mendukung untuk kemajuan makalah ini.
     Kebudayaan Indonesia bisa dikelompokan seperti, rumah adat, lagu daerah, musik daerah, tarian adat, patung, pakaian adat, makanan dan minuman khas daerah dan lain sebagainya.
     Beberapa wujud kebudayaan Indonesia seperti dibawah ini :
a.       Rumah adat
* Aceh: Rumoh Aceh
* Sumatera Barat : Rumah Gadang
* Sumatera Selatan : Rumah Limas
* Jawa : Joglo
* Papua : Honai
* Sulawesi Selatan : Tongkonang (Tana Toraja), Bola Soba (Bugis Bone), Balla Lompoa (Makassar Gowa)
* Sulawesi Tenggara: Istana buton
* Sulawesi Utara: Rumah Panggung
* Kalimantan Barat: Rumah Betang
* Nusa Tenggara Timur: Lopo
b.      Tarian
· Jawa: Bedaya, Kuda Lumping, Reog
· Bali: Kecak, Barong/ Barongan, Pendet
· Maluku: Cakalele, Orlapei, Katreji
· Aceh: Saman, Seudati
· Minangkabau: Tari Piring, Tari Payung, Tari Indang, Tari Randai, Tari Lilin
· Betawi: Yapong
· Sunda: Jaipong, Tari Topeng ,dll.
c.       Lagu
* Jakarta: Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung
* Maluku : Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina,Goro-Gorone,Huhatee
* Melayu : Soleram, Tanjung Katung
* Minangkabau : Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang
* Aceh : Bungong Jeumpa ,dll.
d.      Alat musik
* Jawa: [[Gamelan][kendang jawa]].
* Nusa Tenggara Timur: Sasando, Gong dan Tambur, Juk Dawan, Gitar Lio.
* Gendang Bali
* Gendang simalungun
* Gendang Melayu
* Gandang Tabuik
* Sasando
* Talempong
* Tifa
* Saluang ,dll.
e.       Pakaian
* Jawa: Batik.
* Sumatra Utara: Ulos, Suri-suri, Gotong.
* Sumatra Utara, Sibolga: Anak Daro & Marapule.
* Sumatra Barat/ Melayu:
* sumatra selatanSongket
* Lampung : Tapis
* Sasiringan
* Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur
* Bugis - MakassarBaju Bodo dan Jas Tutup, Baju Labu' 

C.      Kebudayaan Indonesia yang memudar
     Sebagai anak muda, kita harus mengenal budaya-budaya yang ada di Indonesia.Bahakan kita pun harus mempertahan kan budaya-budaya yang sudah ada sejak dahulu. Banyak anak muda yang ikut berperan dalam mempertahankan dan mengembangkan budayanya, contohnya memakai batik, mengaransemen lagu-lagu daerah, memainkan alat-alat musik daerah, menari tarian adat dan lain sebagainya.
     Tetapi banyak juga anak muda yang kurang dan bahkan tidak mengenal budaya Indonesia tersebut. Banyak anak muda Indonesia yang lebih mencintai budaya negeri orang daripada budayanya sendiri. Hal ini disebabkan banyak budaya luar yang masuk dan “merajai” budaya di Indonesia. Seperti salah satu contohnya budaya korea yang sedang “merajai” Indonesia. Banyak sekali anak-anak muda di Indonesia yang mengikuti perkembangan budaya Korea, padahal belum tentu mereka mengenal budaya yang ada di Indonesia. Tetapi ada juga yang mengikuti budaya Korea teteapi tetap mengenal dan ikut mengembangkan budaya Indonesia.
     Selain budaya Korea yang “merajai” dan memudarkan budaya Indonesia, ada juga satu budaya baru yang kurang pantas disebut budaya Indonesia. Tetapi karena semakin menjamurnya dan semakin banyaknya anak muda yang melakukan dan itu juga turun temurun banyak orang yang menyebut ini “budaya”,. Hal ini adalah tawuran pelajar. Tawuran pelajar yang sudah menjadi “budaya” sangat tidak baik untuk diikuti dan dikembangkan. Tawuran ini hanya membuat malu dan menghancurkan saja. Tawuran ini bersifat turun temurun, dan sangat memudarkan budaya-budaya Indonesia yang sudah ada.
     Perkembangan budaya Indonesia saat ini kurang lebih sedang “dijajah” oleh dua hal diatas. Seharusnya sebagai anak muda yang baik, kita harus mempertahankan budaya Indonesia yang beragam dan menjauhkan hal-hal yang tidak baik yang bisa merusa budaya-budaya Indonesia tersebut.

D.      Kesimpulan
     Kesimpulan dari artikel budaya yangs aya buat ini adalah, seharusnya saya, anda, dan kita semua yang sejak dari lahir dikenalkan dan mengenal kebudayaan yang ada di tanah air kita ini, kita harus mengembangkan dan mempertahankan budaya-budaya yang ada di Indonesia. Budaya-budaya luar yang masuk ke Indonesia boleh untuk diikuti tetapi kita harus menyaring budaya-budaya tersebut, dan tidak seharusnya kita menjadi “dirajai” oleh budaya luar itu. Yang terpenting budaya yang sudah ada di Indonesia tidak boleh dikalahkan oleh budaya luar yang masuk ke Indonesia. Selain itu kita pun harus menjauhkan “budaya” yang tidak baik untuk diikuti seperti tawuran yg telah dibahas diatas. Karena hal itu tidak baik dan akan menjelekan budaya di Indonesia. Jadi sebagai anak muda yang baik kita harus mengenal, mengembangkan, melestarikan, dan tetap harus mempertahankan kebudayaan Indonesia yang sudah ada sejak dulu agar kebudayaan Indonesia tidak memudar.

E.       Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar